🎉 Pakan Ikan Patin Agar Cepat Besar
Salahsatu makanan ikan nila agar cepat besar ini memiliki warna coklat yang mana menjadi bentuk larva serangga black soldier fly. Menariknya dari maggot ini mudah didapatkan dan memiliki kandungan protein tinggi. Bisa dikatakan maggot menjadi pakan alami yang bebas dari bahan kimia.
patinmas,nila cepat besar pertama kali yang akan saya sampaikan mengenai perikanan yaitu pakan. karena pakan adalah kunci utama kesuksesan pada budidaya ikan sekala kecil maupun besar, apabila kita memelihara ikan dalam sekala besar maka kita harus pintar-pintar membuat manajemen pakan tentunya, karna tidak
Dikesmpatan ini saya berbagi tips Pakan ikan patin agar cepat besar
Frekuensipemberian pakan 3—4 kali sehari dengan total pakan 1—1,5 kg/hari. Saat ikan berumur sebulan di kolam, pria 64 tahun itu mengganti pakan dengan pelet berukuran lebih besar sesuai ukuran ikan. "Pakan patin mesti bermerek sama dari awal hingga panen," tutur Sekretaris Asosiasi Pengusaha Catfish Indonesia Tulungagung (APCITA) itu.
MakananIkan Patin Supaya Cepat Besar 1. Ikan Kecil 2. Serangga 3. Moluska 4. Artemia Makanan Ikan Patin Kolam 5. Cacing Sutera 6. Kutu Air 7. Pelet 8. Ikan Rucah Makanan Ikan Patin Supaya Cepat Besar Jika ingin beternak ikan patin, perhatikan jenis pakan apa saja yang harus diberikan pada ikan-ikan tersebut.
JenisPakan Ikan Nila Agar Cepat Besar 1. Pelet Jenis pakan ikan nila yang paling umum digunakan oleh para pembudidaya ikan di Indonesia adalah pelet. Anda perlu memilih pelet berkualitas yang mengandung zat gizi lengkap, seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin, dan mineral agar ikan nila Anda dapat tumbuh dengan sehat. 2. Daun Kangkung
Untukpanduan, berikut ini adalah panduan cara pemberian pakan ikan patin: Pada saat bibit ikan patin berikuran 2 inchi, berikan pakan pelet dengan frekuensi 2 kali sehari (pada sekitar jam 9 pagi dan jam 5 sore). Saat ikan sudah berusia 3 bulan, berikan pakan dengan kadar protein 28% dan berikan pakan 2 kali sehari.
Untukkalian yang sedang memelihara ikan patin dikolam, dengan tujuan ingin lebih cepat untuk besar yang harus diutamakan adalah waktu yang tepat untuk memberi pakannya. Contoh seperti ini, misalkan sedari awal pemberian pakan dimulai jam 9 pagi kemudian yang 6 sore lalu menunggu lagi sampai keesokan lagi, bukan begini caranya.
Berikutbeberapa pakan yang bisa kalian gunakan untuk mempercepat pertumbuhan ikan patin: Artemia Salah satu jenis pakan yang berasal dari laut ini sangat cocok untuk larva atau benih ikan yang masih kecil. Biasanya, larva berusia 7 hari akan diberikan pakan ini karena kandungan protein yang banyak.
. Halo, Bapak/Ibu Pembudidaya! Pakan tentunya menjadi salah satu faktor paling penting ketika berbudidaya. Selain menjadi salah satu pengeluaran terbesar, pakan juga jadi faktor penentu laju pertumbuhan ikan budidaya. Begitu pula ketika berbudidaya ikan patin. Makanan ikan patin menentukan pertumbuhannya. Sebelum menentukan pakan ikan patin yang tepat, ada baiknya Bapak/Ibu mengenali berbagai jenis pakan ikan patin yang umum digunakan untuk budidaya ikan patin. Pakan Alami untuk Ikan PatinPakan Buatan untuk Ikan PatinCara Memilih Pakan Ikan Patin yang TepatAgar Pakan Ikan Patin Menjadi EfisienTertarik untuk Sewa/Beli eFeeder? Pakan Alami untuk Ikan PatinPakan alami adalah pakan yang ada di alam dan tidak dibuat oleh manusia. Karena patin adalah hewan pemakan segala omnivora, mereka biasa memakan hal-hal berikut iniIkan KecilUdang kecilBiji-bijianCacing sutraArtemiaKutu airCacing tanahIkan rucahDedak padiPakan alami seperti artemia sering digunakan sebagai pakan larva ikan patin. Namun, larva ikan patin baru bisa makan 30-36 jam setelah menetas. Larva yang baru menetas masih memiliki cadangan pakan di kantong kuning, sehingga tidak perlu diberi berumur 1 minggu, Bapak/Ibu bisa memberikan cacing sutra sebagai makanan ikan patin. Ukuran cacing sutra yang kecil cocok untuk ikan patin yang masih benih dan dapat memberikan nutrisi yang cukup untuk tumbuh menjadi ikan Buatan untuk Ikan PatinPakan buatan adalah pakan yang dibuat oleh manusia. Meskipun buatan, pakan ini tetap dibuat dari bahan-bahan alami, seperti ikan, udang kecil, atau biji-bijian. Biasanya, pakan jenis ini diproses kembali hingga berbentuk serpihan kecil atau Bapak/Ibu mau menggunakan pakan buatan, Bapak/Ibu bisa membuat sendiri pakannya atau membeli pakan pabrikan. Pakan buatan sendiri bisa dibuat dari bahan tepung ikan, kepala udang, dedak/bekatul, dan tepung lainnya, seperti tapioka atau terigu. Pastikan bahwa bahan-bahan yang digunakan sudah dikeringkan, misal ikan atau teri. Bahan-bahan tersebut lalu digiling hingga menjadi tepung dan dimasukkan ke dalam mesin pembentuk membuat pakan sendiri, Bapak/Ibu juga bisa membeli pakan ikan pabrikan yang tersedia di pasaran. Pakan yang diproduksi oleh pabrik memiliki kandungan protein yang bervariasi. Bapak/Ibu bisa memilih pakan yang sesuai dengan kebutuhan. Perlu diingat bahwa pakan yang berbentuk pelet tidak bisa diberikan kepada ikan yang masih kecil karena ikan akan kesulitan memakannya. Pilih pakan yang ukurannya sesuai dengan bukaan mulut ikan agar ikan tidak kesulitan memakan pakan yang ditebar. Cara Memilih Pakan Ikan Patin yang TepatDengan adanya berbagai jenis pakan yang tersedia, tentunya Pembudidaya harus memilih pakan yang tepat untuk budidayanya. Berikut tips untuk memilih jenis makanan ikan patin yang tepat untuk budidaya Bapak/IbuCek kembali kandungan/komposisi pakan yang tercantum di karung pakan. Bapak/Ibu juga bisa bertanya kepada agen pakan yang sesuai gunanya, misal untuk pembenihan/ ukuran/bentuk pakan sesuai dengan umur tanggal kedaluarsa pakan. Pilih pakan dengan tanggal kedaluarsa yang masih frekuensi pemberian pakan, Bapak/Ibu bisa menyesuaikan dengan kebutuhan budidaya. Untuk meningkatkan berat dan mempercepat pertumbuhan, ikan patin harus diberi makan sekitar 4 kali sehari, yaitu pagi hari, siang hari, sore hari, dan malam hari. Karena ikan patin adalah makhluk yang lebih aktif di malam hari, baiknya pakan yang diberikan di malam hari lebih banyak dibandingkan pada pagi atau sore patin baru bisa diberikan pakan berbentuk tepung setelah berumur 15 hari. Baiknya pakan yang mulai diberikan mengandung protein minimal 40%. Setelah berumur 1 bulan, barulah ikan bisa diberikan pakan berbentuk pelet. Perlu diingat bahwa ukuran pakan yang diberikan harus disesuaikan dengan bukaan mulut ikan agar pakan mudah Juga Mau Budidaya Ikan Patin? Baca Dulu Serba-Serbinya di Sini!Agar Pakan Ikan Patin Menjadi EfisienItulah jenis-jenis pakan ikan patin agar ikan tumbuh lebih cepat! Namun pemberian pakan juga harus dilakukan secara efisien. Salah satunya adalah dengan memberikan pakan melalui eFeeder! Dengan menggunakan eFeeder, pemberian pakan jadi lebih optimal dan efisien. Ikan patin tubuh maksimal, dan kualitas air tetap terjaga! Bapak/Ibu bisa mengetahui lebih lanjut mengenai eFeeder disini. Tertarik untuk Sewa/Beli eFeeder? Isi data diri Bapak/Ibu di formulir berikut ini. Tim kami akan segera menghubungi Bapak/Ibu melalui nomor handphone yang terlampir. Pastikan data yang diisi sudah benar.
Ikan patin merupakan salah satu ikan yang banyak dikonsumsi karena mempunyai daging yang lembut dan enak. Maka dari itu peternak harus mengetahui apa saja jenis makanan ikan patin agar mempunyai daging berkualitas. Ikan patin termasuk golongan ikan omnivora yang bisa memakan segala jenis, namun untuk ketika masih larva cenderung karnivora. Sehingga peternak harus mengetahui jenis makanan yang harus diberikan pada ikan patin. Dengan memilih budidaya ikan patin maka harus memperhatikan beberapa makanan agar ikan cepat besar. Berikut inilah beberapa jenis makanan yang bisa dikonsumsi oleh ikan patin untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan 1. Udang Ikan patin yang berada di sungai tidak asing lagi dengan udang yang sudah menjadi makan setiap harinya. Namun berbeda halnya bagi ikan patin yang ada di kolam budidaya hanya bisa mengkonsumsi udang ketika diberikan oleh peternak. Udang merupakan salah satu makanan yang disukai oleh ikan patin. Sehingga peternak bisa membuat selingan makanan udang untuk ikan patin di kolam. Jenis makanan udang memiliki kandungan protein yang sangat tinggi. Sehingga mampu mendukung pertumbuhan ikan patin menjadi cepat besar. Jenis Makanan Ikan Patin agar Cepat Besar foto pexels2. Moluska Makanan alami untuk ikan patin dan terbilang sangat unik yakni moluska. Jenis makanan yang masuk golongan hewan invertebrata karena tidak mempunyai tulang belakang. Moluska termasuk hewan dengan tulang lunak namun hidup di dalam cangkang. Beberapa jenis hewan moluska di antaranya siput, keong mas, kerang, dan yang lainnya. Ikan patin sangat menyukai hewan tulang lunak ini namun sayangnya tidak bisa mengkonsumsinya secara langsung. Moluska memiliki cangkang yang sangat keras sehingga agar ikan patin bisa memakannya maka harus mengeluarkan dagingnya terlebih dahulu. Berbeda halnya dengan ikan patin yang ada di perairan sungai bisa langsung memangsa dan memakan moluska. Sebab moluska yang melakukan pergantian cangkang akan keluar dan pindah ke cangkang baru dan dari kesempatan ini digunakan oleh ikan patin untuk memangsanya. 3. Artemia Artemia merupakan golongan zooplankton yang dijadikan sebagai makanan untuk ikan patin. Jenis makanan ikan patin ini banyak ditemukan melayang pada permukaan air. Namun mengingat ukurannya sangat kecil membuat peternak juga harus memiliki alat khusus untuk mengambilnya. Artemia cocok diberikan pada ikan patin yang usianya masih sekitar 7 hari yang sesuai dengan ukuran mulutnya. Peternak sekarang sudah tidak perlu repot untuk mendapatkan artemia guna diberikan pada ikan patin. Sebab sudah banyak di toko pakan ternak yang menjualnya dengan berbagai macam merk dagang. Peternak akan menjumpai artemia dalam bentuk kaleng beku dengan berbagai ukuran. Artemia merupakan hewan yang memiliki cangkang sangat keras sehingga akan awet dalam kondisi kering. 4. Ikan Rucah Ikan rucah merupakan jenis makanan ikan patin namun bukan sebagai pakan pokok dan hanya makanan tambahan saja. Sebenarnya makanan ikan rucah bisa diberikan pada semua jenis ikan. Cara memberikannya untuk ikan patin yakni dengan mencacahnya terlebih dahulu sampai potongan kecil. Sehingga ikan rucah bisa dimakan oleh ikan patin dan sesuaikan dengan ukurannya. Selain itu penting bagi peternak untuk memperhatikan kebersihan pada ikan rucah sehingga tidak berpengaruh pada kesehatan budidaya ikan patin. Pastikan bahwa ikan rucah yang akan diberikan tidak bau, busuk ataupun cacat. Lihat Cara Membuat Makanan Ikan Patin 5. Pelet Pelet adalah makanan pabrikan yang memiliki kandungan lengkap di dalamnya. Jenis makanan ikan patin buatan ini bisa juga dengan mencampurkan bahan sendiri. Pelet buatan bisa dengan mencampurkan ampas singkong, bekatul atau dedak halus, daun pepaya, ampas tahu dan campuran ikan asin. Dari semua bahan tersebut dicampur dan digiling menjadi satu sampai mempunyai tekstur benar-benar halus. Setelah itu bahan yang telah digiling dikeringkan dengan cara dijemur di bawah terik matahari. Proses penjemuran ini berfungsi untuk menghilangkan kandungan air yang ada pada pakan buatan. Makin sedikit jumlah kandungan air maka semakin bagus dan pelet dapat bertahan lebih lama. Apabila sudah kering maka pelet akan berbentuk butiran kecil yang memudahkan untuk dimakan oleh ikan patin. 6. Kutu Air Kutu air sebenarnya jenis hewan yang mempunyai ukuran sangat kecil dan hidup di air. Ukuran kutu air ini sangat kecil hanya beberapa milimeter saja sehingga cocok digunakan sebagai pakan larva ikan patin. Menemukan ikan patin sangat mudah karena sering berada di perairan air yang dangkal. Namun bagi peternak yang ingin memberikan makan kutu air kepada ikan patin bisa langsung membelinya saja. Kutu air sekarang sudah dilakukan budidaya sehingga tidak akan sulit mendapatkannya. Peternak bisa langsung membelinya di toko pakan ternak. Pemberian kutu air sebagai makanan ikan patin memang perlu dipertimbangkan karena tidak mengotori lingkungan dan kondisi air kolam. Mengingat kebersihan akan berpengaruh besar pada pertumbuhan dan perkembangan ikan patin. 7. Cacing Sutera Dari segi namanya saja sudah diketahui bahwa cacing sutera memiliki tekstur tubuh lembut dan halus. Bentuknya memanjang dan menyerupai dengan rambut. Ukurannya yang sangat kecil cocok diberikan pada larva ikan patin. Khususnya diberikan pada larva yang usianya 7 hari sampai 15 hari. Cara memberikannya pun sangat mudah hanya dengan menebarkan cacing sutera tersebut pada kolam ikan patin. Jenis makanan ikan patin ini banyak ditemukan pada lumpur halus di air dangkal yang jernih. Cacing merupakan makanan alami untuk ikan patin yang dapat membantu pertumbuhan dan perkembangan agar cepat besar. Selain itu pemilihan makanan organik lebih sehat dan lebih hemat pengeluaran biaya. Tidak jauh berbeda dengan artemia yang sudah banyak dijual di toko pakan. Cacing sutera juga dijual dalam bentuk kemasan beku yang lebih tahan lama. 8. Sayuran Makanan ikan patin alami tidak hanya dari golongan hewan saja namun juga sayuran. Mengingat ikan patin merupakan ikan omnivora yang bisa memakan segala makanan. Maka dari itu sayuran bisa menjadi salah makanan tambahan untuk budidaya ikan patin. Cara memberikannya bisa dengan mencampurkan bersama bahan makanan yang lain. Sebab sayuran kurang dalam kandungan protein sehingga perlu diimbangi dengan bahan makanan lain. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan nutrisi untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan ikan patin. 9. Ikan Kecil Makanan untuk ikan patin yang dapat diberikan adalah ikan kecil. Ikan patin sangat menyukai ikan kecil mengingat habitat aslinya di sungai yang hidup berdampingan dengan ikan kecil. Apabila melakukan budidaya ikan patin di kolam maka bisa dengan memberikan ikan kecil yang masih hidup di sekitarnya. Ikan kecil yang bergerak dan masih hidup membuat ikan patin tertarik memangsanya. Ikan kecil adalah jenis makanan ikan patin yang sangat bagus untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan. Sebab ikan kecil mengandung protein yang tinggi dan bagus untuk tubuh. Makanan Ikan Patin Supaya Cepat Besar Jenis makanan ikan patin supaya cepat besar yang paling efektif dalam budidaya ikan patin adalah pakan pabrik karena mengandung protein dan nustrisi tinggi yang lengkap untuk pertumbuhan ikan patin dan panen maksimal. Lihat Cara Cepat Membesarkan Ikan Patin Demikianlah beberapa uraian mengenai jenis makanan ikan patin yang dapat diketahui oleh peternak. Penting untuk memilih makanan sesuai dengan kebutuhan ikan patin.
Sobat Pintar, apakah kamu ingin terjun di bidang budidaya ikan? Jika iya, kamu bisa mencoba budidaya ikan patin sebagai permulaan. Ikan patin merupakan salah ikan air tawar yang banyak digemari masyarakat ini masuk dalam golongan ikan berkumis dan mudah dibudidayakan di berbagai jenis kolam, seperti kolam tadah hujan, kolam rawa dan kolam irigasi. Namun, belakangan ini budidaya ikan patin sudah mulai bisa dikembangkan pada kolam tembok dan kolam terpal. Untuk jenis ikan patin yang dikembangkan adalah ikan patin siam atau nama latinnya adalah Pangasius Hypophthalmus. Pastinya kamu sudah sangat penasaran dengan cara budidaya nya, bukan? Tidak perlu berlama-lama lagi, mari simak ulasan lengkapnya bersama-sama di bawah ini. Daftar IsiBagaimana Cara Budidaya Ikan Patin Yang Benar?1. Siapkan Kolam Yang Bersih2. Gunakan Air Bersih Untuk Mengisi Kolam3. Sebelum Menebar Benih Lakukan Pemupukan4. Sebar Benih Dengan Seimbang5. Beri Pakan Berkualitas6. Beri Pakan dengan Tepat7. Beri Pakan Tepat Waktu8. Rajin Bersihkan Kolam9. Hindari KebisinganBagaimana Cara Budidaya Ikan Patin Yang Benar?cara budidaya ikan patin - pixabayBanyak hal yang harus kamu perhatikan saat ingin memulai membudidayakan ikan patin. Oleh karena itu, kamu harus perhatikan semua poin-poin yang akan dibahas seperti berikut ini. 1. Siapkan Kolam Yang BersihLangkah pertama dalam ternak budidaya ikan patin di kolam yang harus kamu lakukan adalah menyiapkan kolam untuk dijadikan tempat memelihara ikan saja langkah ini tidak sulit sebab ikan patin dapat hidup di berbagai tipe kolam. Bisa di kolam terpal, kolam tanah, keramba dan kolam tembok. Apabila kamu memakai kolam lama maka lebih baik bersihkan dulu kolam tersebut dari kotoran yang menempel hingga bersih, sehingga saat dimasukan benih ikan patin kolam telah dalam keadaan yang bila kamu lebih berminat untuk memakai kolam tanah, maka kamu bisa memilih jenis tanah liat, sehingga kolam tidak mudah bocor. Ada baiknya juga kolam dibuat sedikit miring agar memudahkan kamu ketika melakukan pengairan. Namun, bila kamu lebih memilih untuk memakai media jala apung, maka kamu bisa melakukannya di sungai dengan arus yang lambat, ya!2. Gunakan Air Bersih Untuk Mengisi KolamKetika mengisi kolam untuk ternak ikan patin, Sobat Pintar harus memakai air bersih yang tidak tercemar limbah, tidak berwarna keruh, dan bebas dari zat kimia berbahaya. Selain itu, jangan lupa untuk memperhatikan pH air dan suhunya, air yang baik untuk budidaya harus berada di angka 26-28 derajat celcius saja. Sementara untuk pH air disarankan sekitar 6,5 sampai 7, tidak berlalu basa dan tidak terlalu suhu di dalam kolam terlalu rendah, kamu bisa menggunakan pemanas atau pengatur suhu agar air bisa mencapai suhunya secara ideal dengan setelah air bersih telah masuk ke dalam kolam, kamu bisa menambahkan blitzich atau emolien ke dalam kolam ikan yang berguna untuk menghambat pertumbuhan Sebelum Menebar Benih Lakukan PemupukanApabila Sobat Pintar memakai media kolam lumpur saat melakukan budidaya ikan patin, maka kamu harus memberi pupuk terlebih dahulu sebelum menebarkan benih ikan patin di demikian? Hal tersebut berfungsi untuk membantu pertumbuhan pakan alami untuk ikan patin sehingga produktivitas kolam pun akan lebih optimal, kamu bisa memakai pupuk kandang atau pupuk hijau dengan takaran seimbang yakni sekitar 50 gram hingga 700 gram saja tergantung luas kolam. 4. Sebar Benih Dengan SeimbangSebagai pembudidaya ikan patin pastinya kamu berharap mendapatkan untung yang besar saat panen. Tetapi, tidak berarti kamu bisa mengisi kolam dengan benih secara asal dan mendapatkan hasil panen yang maksimal, kamu harus menebar benih sesuai dengan luas kolam budidaya yang kamu miliki secara seimbang dan tepat serta jangan terlalu jika terlalu banyak, maka hal tersebut dapat menyebabkan ikan terlalu padat sehingga tidak bisa tumbuh dengan baik. Cukup tebarkan 20 hingga 30 benih ikan untuk kolam berukuran 1 meter. 5. Beri Pakan BerkualitasSobat Pintar harus tahu jika pemberian pakan ini sangat menentukan pertumbuhan dari ikan yang bisa tubuh maksimal, dimana biasanya jenis pakan untuk ikan patin yaitu pelet yang mudah kamu temukan di kamu juga bisa memberinya pakan alami agar ikan tidak bosan. Pakan alami seperti keong mas, ikan sisa, bekicot, kerang dan sejenisnya biasanya mempunyai kandungan tinggi protein sehingga bisa membantu pertumbuhan ikan lebih cepat. 6. Beri Pakan dengan TepatLangkah dalam ternak budidaya ikan patin selanjutnya yang harus Sobat Pintar perhatikan yaitu saat memberi makan ikan ikan ini wajib kamu berikan dengan seimbang dan tepat sesuai kebutuhan ikan. Jangan karena ingin ikan cepat besar, jadi kamu memberi pakan secara berlebihan. Kamu bisa menentukan beratnya untuk memberinya makanan. Biasanya jumlah pakan ikan patin dengan berat dibawah 200 gram per ekornya yaitu 3 hingga 5% dari seluruh berat ikan di kolam berat diatas 200 gram per ekor, maka bisa diberikan pakan dengan persentase 1,5 hingga 2% saja dari jumlah berat ikan di kolam tersebut dan berikan pakan 1 kali sehari ketika Beri Pakan Tepat WaktuPemberian pakan tepat waktu secara rutin harus dilakukan supaya ikan sehat dan bisa tumbuh besar dengan maksimal. Jika pemberian pakan kamu lakukan dengan waktu yang tidak pernah berganti, hal tersebut bisa membuat ikan beradaptasi dengan jadwal makanan secara lebih mudah. Dengan memiliki jadwal rutin, selain bisa meningkatkan kualitas ikan karena tidak overfeeding, tindakan ini juga dapat membantu kolam budidaya kamu tetap bersih dan tidak kotor karena pakan ikan akan selalu habis dimakan Rajin Bersihkan KolamSama seperti kandang untuk hewan lainnya, kolam menjadi tempat budidaya ikan patin untuk hidup dan kamu harus rajin membersihkannya dengan mengganti air di dalam kolam air kolam yang dibersihkan, maka ikan bisa sehat dan tumbuh dengan baik serta terhindar dari penyakit. Lakukan pembersihan kolam dengan benar minimal seminggu sekali supaya ikan patin bisa selalu merasa segar di dalam habitatnya. 9. Hindari KebisinganCara terakhir ketika beternak ikan patin yaitu hindari membuat kebisingan saat berada di kolam budidaya, karena ikan patin merupakan ikan yang sangat mudah panik, lho. Tentunya hal tersebut tidak bagus untuk perkembangannya. Oleh sebab itu, buatlah kolam ikan yang jauh dari kebisingan sehingga ikan dapat hidup dengan tenang. Itulah dia ulasan lengkap cara budidaya ikan patin untuk pemula yang bisa kamu pelajari mulai saat ini. Jika masih ragu, jangan segan untuk langsung bertanya kepada ahlinya ya, Sobat Pintar! Jika kamu suka dengan artikel PintarPet, jangan lupa bagikan artikel ini ke seluruh dunia dan follow juga Instagram pintarpet untuk tahu informasi tentang Ikan terbaru lainnya! Perhatian Informasi ini dihimpun dari beberapa sumber. Tim PintarPet tidak bertanggung jawab atas cidera, kematian, kerusakan atau kerugian langsung maupun tidak langsung, materiil dan immateriil yang disebabkan oleh informasi yang kami berikan. Untuk informasi dan tindakan lebih lanjut, sebaiknya kamu bisa mengkonsultasikannya dengan dokter hewan terdekat.
pakan ikan patin agar cepat besar